Posted on February 15th, 2008

Posted on February 10th, 2008
Pada suatu pementasan, Pakaian yang dikenakan Sarah Azhari melorot hingga payudara yang sexy itu terlihat jelas bentuknya.
Sebenernya aku gak terlalu yakin kalo ini Sarah Azhari, tapi kalo ngeliat mukanya sepertinya sih Sarah Azhari.
Foto ini aku dapetin di salah satu forum
Posted on February 8th, 2008
[fridabali.com] - “Mas, gede juga ya penisnya”, sambil dipijit-pijit dengan lembut dan dia jilati penis saya dan sekali-sekali memasukkan penis saya ke mulutnya sampai 1/2 nya, saya sudah nggak bisa mikir apa-apa lagi karena rasanya nikmat banget, saya sudah nggak sabar lagi saya raih payudaranya dengan dua tangan, dan saya angkat badannya yang masih jongkok ke ranjang.
Langsung saya ciumi bibirnya yang langsung tanggap dengan mengeluarkan lidahnya, saya mainkan lidahnya dengan lidah saya sambil tangan saya bergerilya memegang payudaranya, dan tangannya rupanya tidak mau kalah, karena dia juga memegang penis saya sambil di urut-urut. Lalu saya putar posisi 69, saya ciumi mulai dari bibirnya, terus turun ke payudaranya, waktu saya jilat pentilnya yang sudah keras dia juga jilat pentil saya, rasanya nikmat sekali. Terus saya turun ke pusarnya, dan pelan-pelan menyusuri kakinya yang sudah celentang, saya jilati dari pusar sampai ke pahanya dan pelan-pelan balik lagi ke bulunya yang rapi dan ke paha satunya lagi dan kembali ke vaginanya yang sudah basah.
Cerita ini terjadi beberapa bulan yang lalu. Waktu itu saya harus dinas ke Surabaya, dari kantor saya mendapat tiket kereta api Argo Bromo, karena kereta api akan sampai di Surabaya pada pukul 04.00 pagi, maka saya hubungi teman saya yang kost dekat kantor untuk dapat istirahat sambil menunggu jam kantor.
Seperti biasa saya sampai di kost teman saya jam 04.45, saya langsung menuju ke kamar teman saya di lantai II, untungnya terdapat dipan tambahan yang dapat saya pakai untuk istirahat. Saya langsung tidur lagi karena sangat ngantuk dan saya baru ke kantor nanti siang setelah istirahat makan. Jam 09.00 saya baru bangun, teman saya sudah tidak ada lagi di kamarnya berangkat kerja, juga teman kostnya yang lain. Lalu saya turun ke lantai I untuk mandi, karena kebetulan kamar mandi di lantai II lagi rusak dan masih dibetulkan.
Selesai mandi (hanya menggunakan handuk dililitkan di badan) saya keluar dari kamar mandi menuju lantai II. Pada saat mau naik tangga saya dipanggil ibu kost teman saya, “Mas, itu sudah disiapkan kopinya, silakan langsung di minum, mumpung masih hangat”, ibu kost teman saya itu umurnya kira-kira 30 tahun lebih sedikit, langsung saja saya menuju ke meja makan yang dimaksud dan duduk untuk minum kopi yang sudah disediakan. Ibu kost itu juga menemani saya di meja makan minum kopi. Sambil mijit-mijit pundaknya ibu kost bertanya.
+ “Kopinya cukup manis nggak Mas?”
-”Sudah kok bu, pas banget, tetapi ibu kok kelihatan sakit?”
+ “Iya nich pundak ibu agak sakit“,
-”Biasa dipijit nggak bu?”
+ “Iya sich, tapi pembantu ibu lagi ke pasar.”
-”Kalau mau saya bisa bantuin pijit sebentar Bu supaya bisa agak baikan?”
“Boleh.”
Lalu saya pijat pundaknya sebentar, kelihatannya sich nggak terlalu banyak masalah dengan pundaknya. Dia bilang:
+ “Wah nikmat juga ya pijatan Mas ini, sebenarnya pinggang ibu juga agak keseleo sedikit”,
+ “Ibu mau dipijitin pinggangnya, tapi kalau pijit pinggang harus sambil tidur karena posisinya susah kalau sambil berdiri.”
+ “Boleh saja kalau Mas nggak keberatan kita ke kamar ibu saja ya?”
-”Yuuk.”
Sambil saya ikuti langkahnya menuju kamar dia.
Sampai di kamar langsung saja dia tidur tengkurap di tengah tempat tidur, saya jadi bingung bagaimana caranya mijit dia, rupanya dia mengerti kebingungan saya dia bilang “Mas langsung saja naik di tempat tidur dan pijitin ibu, kalau butuh body lotion itu ada di meja rias ibu.” Saya ambil body lotion yang dimaksud dan menuju ke tempat tidurnya sambil saya bilang “Bu, bajunya tolong di buka bagian atasnya supaya saya bisa pijit pinggang ibu.” Langsung dia bangun lagi dari tempat tidurnya dan melepas dasternya ternyata di balik dasternya itu sudah tidak ada apa-apa lagi alias bugil. Saya hanya bisa bengong saja melihat pemandangan yang aduhai ini, bodinya termasuk lumayan bagus, dengan payudaranya yang tidak terlalu besar dan putingnya yang tegak menantang berwarna coklat kemerahan, dan bulunya yang di potong pendek dan rapi berbentuk segitiga, dan pantatnya yang aduhai bentuknya, walaupun wajahnya tidak terlalu cantik, tetapi bodinya yang yahud bikin tegang penis saya. Sampai jakun saya naik turun melihat pemandangan tersebut. Dia tersenyum saja melihat saya bengong melihati dia.
+ “Mass, jangan bengong achh, cepet bantuin ibu.”
+ “Mas, cepet saja tuh handuk di lepas, lihat tuch yang di dalam sudah pingin nongol lihat temennya”, karena saya hanya pakai handuk yang dililitkan tentu saja penis saya yang sudah tegang berat nongol dari lilitan dan kelihatan penis saya. Melihat saya masih bengong saja, dia dekati saya sambil menarik lilitan handuk saya, begitu handuk saya lepas penis saya langsung mengacung.
+ “Mas, gede juga ya penisnya”, sambil dipijit-pijit dengan lembut dan dia jilati penis saya dan sekali-sekali memasukkan penis saya ke mulutnya sampai 1/2 nya, saya sudah nggak bisa mikir apa-apa lagi karena rasanya nikmat banget, saya sudah nggak sabar lagi saya raih payudaranya dengan dua tangan, dan saya angkat badannya yang masih jongkok ke ranjang.
Langsung saya ciumi bibirnya yang langsung tanggap dengan mengeluarkan lidahnya, saya mainkan lidahnya dengan lidah saya sambil tangan saya bergerilya memegang payudaranya, dan tangannya rupanya tidak mau kalah, karena dia juga memegang penis saya sambil di urut-urut. Lalu saya putar posisi 69, saya ciumi mulai dari bibirnya, terus turun ke payudaranya, waktu saya jilat pentilnya yang sudah keras dia juga jilat pentil saya, rasanya nikmat sekali. Terus saya turun ke pusarnya, dan pelan-pelan menyusuri kakinya yang sudah celentang, saya jilati dari pusar sampai ke pahanya dan pelan-pelan balik lagi ke bulunya yang rapi dan ke paha satunya lagi dan kembali ke vaginanya yang sudah basah.
Saya nggak mendengarkan desahannya karena dia juga melakukan yang sama untuk saya, dia jilat habis penis saya sampai ke zakar dengan sedikit di gigit-gigit, rasanya nikmat banget, lama juga saya lakukan 69 itu.
+ “Mass, shh, shh, udach acchh, nggak kuat lagi, masukin dong, achh.”
Saya langsung balik badan dan arahkan penis saya ke vaginanya yang sudah basah, bless, terasa hangat dan licin, langsung saya kocok keras-keras penis saya. Terdengar ritihannya lagi
+ “Mass, shh, shh aduhh, achh”, saya lihat mukanya makin memerah dengan sedikit mengerut di dahinya, rupanya dia menahan kenikmatan yang dialami. Kemudian dia berhenti goyang dan mendorong badan saya dan dibalik, rupanya dia ingin main di atas. Sambil goyang-goyang dia pegang payudaranya yang berayun-ayun seirama dengan goyangannya, tiba-tiba dia sorongkan payudaranya ke muka saya. + “Mass, diisep dong”, rupanya dia mau klimaks, saya hisap payudaranya sambil saya remas yang satunya, gerakan dia lebih menggila lagi sambil mendesah-desah “Sshh, scchh, aduhh, acchh”, lalu dia memeluk saya “Mass, aku keluar acchh”, saya peluk dia sambil mencium pipinya, lalu saya cabut penis saya yang basah kena cairannya, karena saya belum selesai dan dia sudah kelelahan saya sikat dia dari belakang dengan doggy style, pelan-pelan saya masukan dan keluarkan penis saya, sampai hampir keluar semua, rupanya gerakan saya yang panjang-panjang ini juga dinikmati olehnya, karena saya dengar desahannya “Shh, shh, achh, achh”, nggak lama kemudian saya juga keluar “sruut, srruut sruut, sruut”, nggak pakai tanya saya keluarkan saja di dalam habis nikmat. Setelah itu saya rebahan di ranjangnya. Kemudian mandi lagi bersamanya.
Sejak itu saya jadi senang kalau di tugaskan ke Surabaya oleh kantor. Sekarang ini saya lagi siap-siap guna nanti malam berangkat ke Surabaya lagi dan saya sudah telepon dia untuk siap-siap manuver lagi.
mau yang lebih hot :
[ Kumpulan Cewek Bispak Gratis ] [ Koleksi Film Bokep ] [ Free Gambar Bugil ] [ MP3 Gratis ] [ Lika Liku Pekerja Malam (PSK) ] [ Tip’s Sex Yang Sehat ]
trim’s to : http://cerita-17-tahun.blogspot.com/2008/01/diservis-tante-kost.html
Posted on February 7th, 2008
[fridabali.com] - Sudah empat hari kami berada di Bali. Di hari keempat ini aku dan teman-temanku memutuskan untuk bersantai di pantai sambil mencari cindera mata untuk dibawa pulang. Anthony nampak tidak tertarik, wajar saja karena Bali juga bisa dibilang rumah keduanya. Alex nampak sedang berburu cindera mata, tapi itu hanya pikiranku diawalnya.
Ternyata penjual di kios cindera mata itu 2 orang gadis cantik, sontak pikiranku berubah bahwa ternyata Alex sedang berburu gadis.
Joni? Lupakan saja dia, karena masih terpikir tentang Ranti dan aku yakin ditengah lamunannya itu dia membayangkan dirinya bersama Ranti berdua dibuai asmara.
“Splash!” suara dari deru ombak menghantam pantai dan mengguyur kaki Joni yang telanjang. Kasihan kau Jon, batinku. Dia tidak tahu kalau Ranti sudah pernah bercinta denganku. Saat Joni masih berkutat dengan bayangan erotisnya bersama Ranti, aku sudah menidurinya berulang kali. Karena tadi pagi sebelum aku berangkat, aku sempatkan mampir ke kamarnya dan bercinta dengannya setidaknya 2 ronde.
Hummm, es kelapa muda ini rasanya sangat enak dipadu dengan panasnya mentari batinku dalam hati sambil mengaduk sedotan didalam kelapa muda ini. “Aduh!” teriakku ketika aku merasakan adanya benda asing yang menimpa kepalaku. Sialan, jangan-jangan ada kelapa jatuh pikirku namun bayangan itu lenyap ketika aku mendengar suara cekikikan dibelakangku.
Suara gadis dan lebih dari satu orang. ku menoleh dan melihat dua orang gadis dengan pakaian pantai mendekatiku. “Maaf yah. Tadi gak sengaja. Adik ku tuh yang lempar-lempar ga lihat kalau ada orang.” gadis yang akhirnya kuketahui bernama Ayudya ini memungut bola pantainya. Dia melanjuti, “Sakit nggak?” lalu gadis yang satu ikut-ikutan meminta maaf. Aku hanya tersenyum sambil menggeleng. Sakit sih nggak tapi kagetnya itu, plus es kelapa mudaku tumpah semua.
Kami saling berkenalan, ternyata dua gadis ini bernama Ayudya dan Rea. Cukup cantik, kulit putih agak coklat, tinggi sekitar 165 an sentimeter dan rambut lurus panjang sebahu. Yang mengejutkan lagi ternyata mereka kembar. Aku baru sadar setelah kami ngobrol panjang lebar.
“Eh Di, kamu tau nggak dimana tempat beli pakaian renang? Kita lupa bawa pakaian renang sih jadi gak bisa ke swimming pool di hotel.” tanya Rea sambil memainkan bola pantainya. Lalu tiba-tiba aku teringat dengan toko pakaian (sport shop) yang ada didekat resort tempat aku menginap. Sial, kataku dalam hati. Itu terlalu jauh dari sini.
Lalu seolah ada flash back, aku mengingat kalau tadi saat kami berempat makan pagi didekat tempat ini ada toko pakaian dan olah raga yang berjarak hanya selisih 2 atau 3 toko dari rumah makan yang kami kunjungi. Akhirnya kami bertiga mencari swimsuit di tempat itu dan dapat juga akhirnya.
Rea dan Ayu mengajakku pergi kehotel mereka untuk berenang. Aku lihat ketiga temanku sedang sibuk sendiri-sendiri, nampaknya tidak apa-apa jika aku memisahkan diri sebentar, toh ada banyak taksi yang bisa aku gunakan untuk pergi pulang ke resort.
Aku diundang memasuki kamar mereka berdua dan lumayan berantakan juga kamarnya. “Lho katanya sama orang tua, lah mana ortu kalian?” tanyaku sedikit selidik.
Ayudya yang dari tadi lebih banyak diam mulai bercerita kalau ayahnya ada kepentingan bisnis dan harus meninggalkan mereka berdua sendirian di hotel sementara ibu mereka mengikuti sang ayah pergi. Rea mulai membongkari barang belanjaannya tadi, cukup banyak dan diantaranya adalah swimming suit. “Eh Yu, kita coba yuk suitnya.” kata Rea merajuk ke kakaknya. “Ntar kamu yang nilai yach Di!” lanjutnya lagi.
Tak lama kemudian kedua gadis kembar ini keluar dari kamar mandi dan melenggang didepanku dengan menggunakan swimming suit. “Wah cantik sekali kalian. Ini benar-benar hari keberuntunganku bisa ketemu dengan dua cewek cantik…..dan seksi.” kataku sambil mencoba mengalihkan tatapan mataku yang terfokus pada belahan dada kedua gadis ini. Mereka berdua mempunyai tubuh yang seksi abis.
Nampaknya baik Ayu maupun Rea juga menyadari kearah mana pandangan mataku. Rea mendekat, “Hayo, liat apaan kok sapai nggak berkedip gichu?” rajuknya lagi. Belum juga aku menjawab, dia sudah menduduki pangkuanku dengan wajah menghadap kearah wajahku. “Heheheh….horny yah liat kita-kita? Gak apa-apa kok, normal.” Rea nampaknya begitu semangat mengerjaiku sementara Ayu hanya senyum-senyum dibelakangnya.
Aku merasakan batang kemaluanku sudah menegang. Rangsangan seperti ini benar-benar membuatku lupa diri. Segera kedua tanganku merangkul tubuh Rea sehingga sekarang tubuhnya menempel erat dengan tubuhku. Buah dadanya aku rasakan bersentuhan dengan dadaku. Kemudian aku mulai menciumi bibirnya dan herannya Rea menyambut kecupanku itu sehingga akhirnya kami berciuman dengan cukup panas.
Setelah puas berciuman Rea tersenyum padaku, “Dah ga tahan yah liat kita-kita?” katanya sambil menciumiku lagi. Kali ini kuberanikan untuk meremas buah dadanya yang terbalut swimsuit itu dan dia memberikan lampu hijau untuk tindakanku itu.
Akhirnya kami melepas satu per satu pakaian kami hingga aku dan Rea sudah telanjang bulat. Melihat Ayu yang tertegun melihat tingkah polah kami berdua itu aku menjadi berinisiatif.
Aku tarik tangan Ayu dan membuat dia jatuh kepelukanku lalu kucium bibirnya dengan penuh nafsu sambil tanganku mencopoti pakaiannya. Awalnya dia berontak namun lama-lama akhirnya dia pasrah juga. Bahkan adiknya, Rea juga mendorongnya untuk mendekatiku. Lima menit kemudian aku dan Rea berakhir dengan mengerjai Ayu.
Aku duduk di pinggiran tempat tidur dan memangku Ayu yang menghadap kearahku, persis sama dengan yang kulakukan dengan Rea tadi. Tanganku meremas-remas payudaranya sementara mulutku berpagutan dengan mesra sembari lidah kami saling menyapu satu sama lain.
Rea sibuk mestimulsi leher kakaknya dengan cara menciuminya bahkan klitoris Ayu-pun dia mainkan dengan jarinya yang lentik itu. Sampai akhirnya tangan Ayu yang bebas itu mulai memegang penisku dan mengocoknya dengan irama perlahan namun semakin lama semakin cepat.
“Ah, kalau begini terus ga bakalan tahan gue!” kataku pada mereka yang disusul dengan tawa kecil dari dua dara cantik ini. “Kita main aja langsung!” aku langsung memindahkan tubuh Ayu dari pangkuanku namun belum selesai aku memnidahkannya Rea langsung mendorongku ketempat tidur yang membuat aku kembali terduduk.
Rea lalu berjongkok dan mulai melakukan oral seks kepada penisku yang sudah full loaded itu. “Gede banget yah, punya cowokku paling cuman separuhnya lebih dikit.” selorohnya dengan genit lalu Rea memberi aba-aba kepada Ayu, kakaknya untuk bekerjasama mengerjai penisku ini dengan goyangan lidah dan permainan mulut mereka. “Kamu beruntung Di, kamu orang pertama yang ngerasain kita berdua sekaligus.”
Rea menimpali dan aku amini mengingat aku juga belum pernah bercinta dengan dua perempuan kakak beradik bersamaan, apalagi kembar seperti ini.
Selesai dengan oral seks, kami kemudian mengambil tempat di tempat tidur. Ayu aku biarkan tidur terlentang sementara Rea aku atur supaya tengkurap diatas tubuh Ayu sementara aku dengan posisi doggy style mulai mengerjai vagina mereka berdua bergantian.
Pertama aku gesek-gesekkan penisku diliang senggama milik Rea, “Ayo dong masukin. Aku pengin tau rasanya dihajar sama ****** gede kayak punya kamu!” Rea nampak sudah tidak tahan dan kulihat vaginanya sudah cukup basah.
Segera aku lesakkan penisku sedikit demi sedikit kedalam vaginanya. Bibir vagina Rea mulai membelah membuka lebar menerima tusukan penisku. “Ahhhhh, achh, ahhhh…!!!” Rea mendesah sejadi-jadinya, aku sih tenang-tenang saja karena kamar ini kedap suara. “Achhh!!!” erangan Rea berakhir keras saat seluruh batang kejantananku masuk kedalam liang kewanitaannya. Lalu mulai kuberikan sodokan-sodokan ringan disertai beberapa kali goyangan.
Semakin lama aku semakin mempercepat sodokan penisku dan membuat seorang Rea menjadi kalang kabut. Dia mendesah sejadi-jadinya dan aku lihat dia cukup lupa diri hingga Rea berciuman dengan kakaknya, Ayu dengan sangat hot-nya.
Kugenjot sejadi-jadinya dan semakin keras pula reaksi Rea menerima pompaan dari penisku itu. Setiap kali penisku menusuk lebih dalam maka semakin erat pula jepitan vagina Rea. Luar biasa pikirku, seperti belum pernah main seks aja nih cewek. Hanya butuh waktu sepuluh menitan buat Rea untuk mencapai klimaksnya. Sementara aku masih belum apa-apa, lalu kucabut batang kemaluanku dan kelesakkan dengan cepat kearah vagina Ayu, kakak Rea.
“Arghhh!!!” mata Ayu terbelalak lebar taktala vaginanya menerima tusukan dari batang kejantananku itu. “Achh, pelan-pelan Di! Sakit nih, penis kamu kegedean sich.” Ayu mulai dapat menahan sakitnya tadi. Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya lalu mulai kupompa vaginanya itu dengan perlahan namun pasti. Tak sampai lima menit, aku lalu mempercepat kocokanku pada liang senggama Ayu hingga dia semakin menegangkan tubuhnya dan merangkul tubuh Rea yang telungkup diatas tubuhnya.
“Arghhh, Di aku keluarrrr…..” Ayu tak dapat menahannya lagi dan kurasakan cairan hangat membanjiri liang senggamanya.
“Hmm, memek kalian benar-benar hebat! Gua jadi ikutan keluar nich.” Aku mulai mempercepat pompaanku dan dua menit kemudian aku hunjamkan batang kejantananku itu sedalam-dalamnya di vagina milik Ayu disertai erangan keras aku mencapai klimaks pertamaku dirahim dara cantik ini. Semburan sperma membanjiri liang kemaluan Ayudya. Ayu hanya tersenyum lemah ketika dia merasakan cairan hangat mulai merembesi liang kemaluannya dan mengalir keluar kebibir vaginanya.
Nampaknya rangsangan dari kedua dara ini tidak berhenti disini. Kemaluanku langsung berdiri tegak setelah istirahat satu atau dua menitan. Aku kembali menyodok vagina Ayu yang belum kering dari sperma dan cairan kemaluannya itu. Ayu kaget namun hanya pasrah menerima begitu saja sodokan-sodokan penisku yang semakin lama semakin ganas saja. Hanya butuh waktu limabelas menitan sebelum Ayudya mencapai orgasme keduanya. Namun parahnya aku belum merasakan akan mencapai klimaks. Tapi aku melihat tubuh Rea yang seksi ini menggeliat-geliat. “Kamu dah pulih dari capek yah sayang?” kataku pada Rea. Belum sempat Rea menjawab dia sudah mengeluarkan desahan dan lenguhan-lenguhan sensual. Batang kemaluanku sudah kujejalkan kedalam liang kemaluan milik Rea dan kugoyangkan secepat-cepatnya dan jujur saja sedikit brutal.
Beda dengan kakaknya, nampaknya Rea cukup menyukai permainan brutalku ini. Bahkan beberapa kali dia meneriakkan nama pacarnya yang kalau tak salah bernama Wisnu dan meneriakinya dengan umpatan, “Wisnu, fuck you…..lo gak pernah muasin gue kayak gini. Coba ****** lo lebih gede dikit!” umpat Rea tak karuan sambil mendesah-desah, ”Fuck me more, yes! Oh! Yes! Damn, yes! Fuck me deeperrrr…!!!”
Rea semakin tidak bisa menahan dirinya dan hanya butuh waktu sebentar untuk dia mencapai klimaksnya yang kedua. Untungnya saat itu aku juga sudah mau ejakulasi. Sesaat setelah Rea selesai dengan orgasmenya yang ditandai dengan otot-otot vaginanya mulai merenggang dan tidak tegang seperti saat mencapai klimaks, aku menusukkan dalam-dalam penisku sambil meremas buah dada Ayu dan Rea, penisku memuntahkan cairan sperma putih kental yang cukup banyak didalam vagina Rea sehingga saat itu kedua rongga kemaluan Rea maupun Ayu sudah dipenuhi dengan spermaku dan mengalir keluar sedikit demi sedikit. (Aku memotret adegan mereka dan dimana vagina kedua gadis ini meneteskan spermaku, untungnya aku bawa digital camera)
Setelah istirahat sejenak kami bertiga sepakat untuk berenang bersama di kolam renang hotel. Selesai renang, saat aku pamit pulang, Rea mencegatku dan memelorotkan celanaku tepat sebelum aku membuka pintu kamar hotel mereka untuk keluar.
Bersama dengan Ayu, mereka melakukan oral seks kepadaku. Dimana aku berdiri dengan perasaan campur aduk melihat penisku bergantian dilahap dan disedot oleh mulut-mulut mungil kedua dara ini, kedua dara kembar. Karena dasarnya sudah horny hanya sepuluh menit aku bertahan dan cairan air manipun memancar dari ujung penisku kedalam mulut kedua gadis ini.
“Ini bayaran karena telah bikin kami puas. Lain kali kalau ada waktu telepon atau sms yah!” Rea tersenyum sembari membersihkan spermaku dengan tissue.
Ayu yang dari tadi hanya diam mulai bicara, “Kamu cowok kedua yang pernah ngentotin aku selain tunanganku. Tapi cowok pertama yang pernah ngentotin kami berdua bareng-bareng. Hahahahaha….!!!” tawa renyah Ayu menghiasi ruangan kamar hotel itu. “Sebagai kenang-kenangan nih fotoin waktu kita bercinta!” Ayu menambahi.
Dan kemudian aku, Ayu dan Rea bergantian berfoto berpasangan, bergaya seperti saat kami sedang melakukan adegan seks. Ini benar-benar fotoku yang sangat berharga. Lebih dari itu, ini pengalamanku yang sangat berharga.
mau yang lebih hot :
[ Kumpulan Cewek Bispak Gratis ] [ Koleksi Film Bokep ] [ Free Gambar Bugil ] [ MP3 Gratis ] [ Lika Liku Pekerja Malam (PSK) ] [ Tip’s Sex Yang Sehat ]
trim’s to : http://cerita-17-tahun.blogspot.com/2008/01/beach-party.html
Posted on February 5th, 2008
[fridabali.com] -
Nikmatnya Vagina Tante Mirna
Namaku Roy, saat kejadian ini usiaku baru 17 tahun. Kisah ini berawal 2 tahun lalu, karena kepindahan orangtuaku ke
Setelah perkenalan itu ibu dan ayahku terbilang dekat dengan om dan tante Mirna (Mirna adalah nama suaminya). Karena kedua orangtuaku bekerja aku, sering sekali aku dikirimkan makanan-makanan dari tante Mir, dan kupikir ini kesempatan.
Suatu hari, di daerahku hujan lebat. Tiba-tiba Tante Mirna datang dengan keadaan basah kuyup, memberitahukan bahwa rumahnya bocor dan aku disuruhnya melihat dan membetulkan genteng rumahnya. Aku yang sedang dalam gairah tinggi melihat ini adalah kesempatan besar. Aku masuk ke dalam rumah tante Mirna, dan baru saja masuk aku langsung memeluk tante Mirna. Tante Mirna berontak tapi aku dengan kuat terus memeluknya dari belakang, kudorong tante Mirna ke sofa dan kulucuti pakaiannya satu persatu.
“Roy, kamu mau apa jangan macam-macam roy!” bentak tante Mirna,
Tapi aku yang sudah nafsu terus saja melucuti pakaian tante yang basah. Dengan cepat aku melucuti pakaian tante, dan terpampang jelas tubuhnya yang indah. Kuhisap langsung vaginanya yang merah dan minta disuntik dengan segera.
“Roy, mmmmhhhhh, geli roy. Jangan diteruskan roy, mmmmmhhhh”
Keluhnya dan aku masih tetap saja kujilati vagina tante Mirna. 5 menit aku jilati vagina tante Mirna, setelah itu kupaksa tante Mirna melayani burungku dengan mulutnya sampai tante Mirna muntah-muntah karena sepertinya memang baru sekali ini saja. Dan 5 menit berikutnya aku paksa kembali tante Mirna melayani kemaluanku dengan vaginanya.
“Ah, tante vagina keset banget sih.
“Roy jangan roy, mmmmmmhhhhhhhhhhhhh .”
“Pokoknya tante harus melayani saya sampai sore “
“Jangan Roy, aduhhhh sakit roy” kemaluanku sudah tenggelam di kenikmatan yang tiada
kupercepat tempo sodokanku, dan tante Mirna menggeliat dengan keringatnya yang menetes.
“Ayo tante, mmhhhhhh”
“Mmmmmmmmmhhhhhhhhh hhhhh, roooooiiii, reeeeeeeeeeeei”
Dihempaskannya tubuhku, kemaluanku mengayun saja setelah lepas dari bibir kemaluan tante Mirna. Tante Mirna bangun dan berdiri dalam keadaan bugil.
“Roy kamu harus tanggung jawab, tante gak terima kalo kamu yang main di atas”
Dipegangnya burungku, dimasukkannya lagi ke dalam bibir kemaluannya. Tante Mirna merem melek menahan kenikmatan burungku yang lumayan besar.
” Roy burung kamu ueeenak banget sih, tante genjot yah! ”
” Iya tante, yang cepet ya tante “
Tante Mirna terus menggenjot kemaluanku, dan sekarang aku yang merem melek.
” uhhh. roy sayang tante mau keluar ”
” keluarin aja tante ”
” gantian dong sayang, tante capek nih ”
” tante nunging yah, biar sama-sama enak”. Tante Mirna menurut yang aku bilang.
Kucari lubang anus tante Mirna, karena aku belum sama sekali merasa mau keluar. Kucoba tusukkan kemaluanku ke anusnya dengan pelan,
” roy jangan disitu sayang, tante belum pernah sayang”
” tenang aja tante dijamin enak deh!”
“roy sakit roy, ahhhhhhhhhhhhhhhhhh hh. sakit roy udah roy” jerit tante Mirna setelah kemaluanku sudah masuk setengah anus tante Mirna
” enakkan tan, kemaluanku
” heeh enak banget, tapi jangan cepet2 yah roy “
Lima menit sudah kusodok lubang anus tante Mirna, tiba-tiba terdengar suara mobil jemputan anak tante Mirna sudah kembali dari sekolahnya. Aku yang belum keluar mempercepat sodokanku sedang tante Mirna sudah 2 kali.
“sayang udahan dulu yah!, Dona udah pulang tuh!”. tante Mirna melepaskan kemaluanku yang masih tegang.
“tan, saya belum keluar nih”
“masak sih roy, kuat amat sih, Ya udah tunggu tante di kamar nanti tante nyusul.”
“gak mau ah” kutarik lagi tante Mirna dan sekarang vagina yang kujadikan sasaran keberanganku.
“ahhhhhhhhhhhh. terus sayang.terus. jangan dilepasin dulu ya”.
tiba-tiba Donna anak tante Mirna membuka pintu.
“mama, eh mama lagi ngapain sama om roy”. Donna yang ketawa melihatku dengan mamanya dalam keadaan ngentot.
“Dona kekamar dulu ya, ganti baju dulu ya.mama lagi main dulu sama om roy”
“iya
Donna yang belum tahu apa-apa langsung lari kekamar dengan senangnya karena aku janji belikan cokelat.
“terusin lagi dong roy, tanggung nih”
Kuteruskan lagi permainanku, sekitar sepuluh menit kemudian aku merasakan ada yang mau keluar dari kemaluanku
“tante, roy mau keluar nih, mo bareng gak?”
“mmmmmmmmhhhhhhhhhh hhhhhh, terusin aja sayang kontol kamu enak banget sih, ” tante juga mau keluar nih. mmmmmmmmmmhhhhhhhhh hhh”
“tante Mirna mmmmmmmmhhhhhhhhhhh hhh enak banget tante”
Tak lama kemudian kemaluanku terasa ada rasa hangat yang luar biasa.
“tante juga keluar roy, burung kamu enak banget ya!”
“vagina tante juga luar biasa”
Aku memeluk tante Mirna dengan erat sambil tiduran disebelahnya tanpa melepas burungku didalam vagina tante Mirna
“Roy kamu udah merawanin 2 lubang tante, kamu tuh yang baru pertama kali ngerasain pantat sama mulu tante, ternyata kamu hebat banget deh”
“tante, kapan-kapan boleh minta lagi ya!”
“diatur ajalah, yang penting waktunya enak”
“makasih ya tante”
Aku dan tante Mirna berciuman sebelum pulang dan keesokan paginya kami melakukan lagi, dan terus melakukan setelah Dona dan Om Mirna berangkat. Kadang kalo ortuku mudik atau menengok kakakku yang kuliah dijakarta, tante Mirna datang kerumahku walaupun Om Mirna ada dirumah. Dengan alasan mengantar makanan, kami sempat melakukan walau kilat saja, tapi aku puas.
Ini terus kulakukan sampai pada saat tante Mirna hamil, dan menurutnya itu adalah benihku. Aku sempat melihat anak pertamaku, sebelum aku harus kuliah di
mau yang lebih hot :
[ Kumpulan Cewek Bispak Gratis ] [ Koleksi Film Bokep ] [ Free Gambar Bugil ] [ MP3 Gratis ] [ Lika Liku Pekerja Malam (PSK) ] [ Tip’s Sex Yang Sehat ]
trim’s to : http://ceritadewasa-tips.blogspot.com/2007/11/nikmatnya-tante-mirna.html




















