Muka ku cukup memerah saat Tante Selly istrinya Om Bagas, adik bapaku ditempat aku menumpang tinggal selama di Jakarta meminjam laptopku. Kebetulan dalam laptop ku banyak foto – foto Maya pacarku yang sedang bugil yang baru kemarin aku transfer dari camera.

Aku takut kalau tante melihat semua foto – foto bugil si Maya, bahkan aku lupa mungkin ada salah satu diantaranya foto aku dan Maya sedang nge-sex. Yang bikin aku cukup was – was, seandainya Tante Selly melaporkan hal ini ke Om Bagas, aku pasti dimarah sama dia karena selama ini dia selalu berpesan agar aku kuliah dulu baru mikir urusan pacaran.

Benar saja, beberapa menit kemudian Tante Selly memanggilku di ruangan belakang tempat dia memakai laptopku. “Di… kamu kasi pelet apa si maya sampe mau foto gini ?” tanya tante sambil senyum – senyum.

“Anu tante… eh anu ….” aku gugup dan tak bisa berkata-kata, aku bingung aku harus jawab apa. “Tante maklum….” lanjut tante membuat aku agak tenang.

“Jaman tante pacaran sama om, tante gak pernah foto seperti ini…., boro – boro mau foto bugil seperti ini, malam mingguan aja jam 10 harus sudah balik ke rumah” urai tante sambil memainakn mouse mencari – cari koleksi foto ku yang lain.

“Tante pengen di foto bugil juga kok…” ujarnya yang membuat aku sedikit tersentak. “Tadi tante udah sempat coba foto sendiri, tapi kok hasilnya seperti ini ya ? ” lanjutnya sambil menunjukan foto setengah badan tanpa muka yang hanya keliatan toket aja.

“Kamu bantu tante dong, tolong potret tante… tapi awas kalau kamu cerita ke orang lain, tante bakal laporin ke Om foto kamu nge-sex sama maya…” ancam tante sambil tersenyum manis.

Sejurus kemudian aku sudah mulai mengambil foto tante di kamarku dengan berbagai pose, bahkan tante sempat berganti CD di depanku hingga akhirnya bugil total, hingga lekuk tubuh, toket, dan memek tante jelas terlihat.

Terus terang dari awal memotret, kontolku sudah berdiri tegang dengan keras menahan konak. Tapi apa daya, aku tidak memiliki keberanian untuk mengatakan kalau aku sedang nafsu. Apalagi berkata “Tante aku pengen nge-sex…”

Setelah kira – kira ada 10 foto diambil, tante kembali mengenakan handuk menutupi toketnya yang sexy sementara MQ masih di tutupi CD putih transparan namun rambut – rambut memeknya masih terlihat jelas. Tante minta semua file itu dimasukan ke flashdisk milik dia , lalu filenya dihapus dari laptopku.

Sepertinya tante sedang getol main internet seperti chating pake YM, Facebook, Friendster, aku menduga foto – foto itu bakal dipake disitu. Ntar kalo aku nemu alamat YM, Facebook atau FS tante, pasti aku bagi deh..

Sampai hari ini aku masih tidak bisa mandi dengan tenang, bayangan tubuh mulus tante yang sexy masih terbayang di depan mata, setiap mandi aku pasti onani. Dan masih berharap bisa ngentot sama tante.