Aku sekarang ini tinggal bersama kakakku karena suami kakakku sering tugas keluar kota, jadi daripada aku buang – buang uang kost, mending ikut sama kakak sekalian jaga keponakan ku yang lucu – lucu.

Kebetulan anak punya dua anak yang sedang lucu – lucunya, yang paling besar sudah sekolah TK nol besar sedangkan yang kecil baru akan masuk sekolah tahun ini.

Sebelumnya di rumah kakakku tidak ada pembantu rumah tangga, hingga kakakku kadang pontang panting harus mengurus semua pekerjaan rumah tangga, sedangkan aku sering pulang kerja larut malam.

Hingga akhirnya kakakku memutuskan mencari seorang pembantu rumah tangga dari sebuah yayasan pengerah tenaga kerja.

Pembantu baru kami umurnya sudah 30 tahun, sudah berumah tangga dengan dua anak tapi cerai ditinggal kawin suaminya, hingga dengan kondisi menjanda dia menghidupi anak – anaknya yang ditinggal di kampung.

Orangnya cukup manis kalau dilihat dari wajahnya walaupun body nya sedikit bahenol. Tapi pada dasarnya dia orang nya baik dan rajin serta ramah hingga semua orang rumah cepat akrab denganya termasuk aku yang jarang ada dirumah.

Awalnya aku pikir dia orangnya gak doyan nge-sex, namun aku pikir seorang yang menjanda selama tiga tahun pasti merindukan belaian hangat seorang lelaki.

Hingga timbul niatku untuk menggoda dia. Tak kuduga baru seminggu dia dirumah kami, aku sudah berhasil menggoda dia dengan mudah. Tanpa perlu keluarkan semua jurus merayu dia sudah menebak keinginanku. Akhirnya kami janjian ketemu dikamar ku selepas semua orang rumah sudah tertidur pulas.

Tepat jam sebelas malam saat aku masih asyik main HP dia tiba – tiba sudah nyelonong ke kamar dan berkata, “Ayo mas buruan, aku dah ngantuk nih…. ” sambil dengan polosnya dia melepas pakaian yang dia kenakan satu persatu.

Langsung saja semua adegan itu aku abadikan dengan kamera HP ku. Mbak dengan toket gede yang agak menggantung ini rupanya cukup sexy juga, walaupun bulu – bulu memeknya dibiarkan tumbuh tak teratur.

Tapi siapa sangka, cewek yang sudah punya anak ini rupanya cukup rajin merawat memeknya hingga kontolku agak sulit menembus memeknya. Dengan sedikit memaksakan agar masuk akhirnya kontolku sukses menembus memekya.

Setelah hampir seluruh batang kontolku terendam dalam jepitan hangat memek si mbak, dia mulai menjalankan tugasnya, bergoyang pelan dan perlahan namun pasti sambil memeluk pingganggku erat – erat.

Desahan erotis dia mulai terdengar dari mulutnya yang mungil. Sambil memejamkan mata, dia sepertinya mulai menikmati sesaknya memeknya disodok besarnya kontolku. Pelan tapi pasti dia mulai mempercepat goyangan dia. Dia terus berdesah dan memelukku semakin erat….

“ohhh…. mas….. hmmmm…. uhh….. mas….” dia terus mengulang – ulang desahan itu yang membuat aku semakin bernafsu, hingga pada titiknya, aku mulai mengambil kendali permainan sex itu, aku kocok kontolku dengan cepat dan keubenamkan dalam – dalam.

Dia sepertinya sudah kehilangan kontrol lagi, hingga aku merasakan jepitan memeknay yang lebih keras dari sebelumnya. Sepertinya dia sudah orgasme, itu terlihat dari wajahnya yang memerah.

Tanpa menunggu lagi, aku kocok lebih keras, inilah yang membuat mata dia mendelik dan mulutnya ternganga, semenit kemudian dia pun ikut mengimbangi goyanganku.

Klop lah sekarang kami bergoyang bersama berirama. Dia kembali histeris hingga tangannya mulai menjambak rambutku. Aku tidak perduli. aku goyang semakin keras… keras… dan keras…

Akhirnya aku tidak tahan, kusemprotkan dengan keras spermaku yang terasa hangat hingga membasahi seluruh liang memeknya. Dia menjerit kecil saat aku mencapai puncak, dan berbisik manja … “Aku belum pernah ketemu lelaki seperti kamu…