Tante Nadia yang haus SEX

Tante Nadia, begitu dia pertama kali mengenalkan dirinya pada ku. Dia tetangga kontrakan ku di sebuah gang sempi di Surabaya. Di baru pindah ke sebelah kontrakanku bulan lalu.

Suaminya adalah Om Tigor seorang sopir truck tronton. Karena pekerjaannya sebagai seorang sopir truck antar kota, Om Tigor sering meninggalkan Tante Nadia sendirian dirumah kontrakan.

Tante Nadia umurnya kira – kira 40 tahunan, badannya gemuk dan bahenol. Aku awalnya sama sekali tidak tertarik dengan penampilan tante ini yang ( maaf ) mirip pembokat ini. Walaupun gaya rambutnya di cat merah gaya masa kini, tetep aja tante ini keliatan norak.

Yang bikin aku sering tidak bisa tidur adalah saat si Om ada dirumah, sepertinya mereka berdua sex mania. Hampir tidak mengenal waktu, baik siang, malam, sore atau subuh, mereka nge sex tiada henti.

Hal itu aku ketahui dari desahan – desahan erotis mereka yang terdengar jelas dari kamarku. Kadang aku terbuai juga mendengar desahan – desahan erotis itu.

Suatu hari tiba – tiba Tante Nadia menyapaku di depan kamar, katanya dia mau minta tolong cetak foto dalam kamera HP nya karena dia tahu aku mahasiswa computer. Dan dia tidak mengerti bagaimana cara mencetak foto – foto itu.

Aku pun segera meminta HP Tante Nadia, untuk segera aku transfer ke laptop ku dan nantinya aku bawa ke tukang cetak foto.

Awalnya aku pikir foto itu adalah koleksi foto biasa. Alamak alangkah terkejutnya aku, diantara puluhan foto yang ada, beberapa foto itu ada yang foto syur tante.

Aku pun kemudian bertanya, apakah foto – foto syur ini ikut di cetak ? Tante menjawab sambil menganggukan kepala dengan sedikit tersipu.

Berhubung aku ini bujangan, otomatis kontolku konak melihat foto – foto itu. Aku beranikan menggoda Tante Nadia. Aku bilang Tante Nadia sexy sekali, aku pengen liat aslinya.

Tak disangka dan tak dinyana, Tante Nadia memintaku kekamarnya nanti jam 11 malam kalau ingin melihat aslinya.

Singkat cerita aku sudah berada di dalam kamar Tante Nadia tepat pukul 11 lewat 15 menit. Tanpa banyak bicara Tante mulai melepas satu persatu bajunya setelah mengunci pintu kamar.

Aku pun juga demikian, kulepas pakaianku satu persatu. Lalu kudekati Tante Nadia dan mulai memeluknya, dia pun mulai bergairah dan berdesah erotis seperti yang sering aku dengar.

Ku hujamkan kontolku ke vagina Tante yang sudah melar, walaupun sedikit longgar tampaknya tante menikmati gesekan kontolku.

Walau dia gemuk namun goyangan erotisnya membuat aku merasakan kenikmatan yang tiada tara. Karena nafsuku yang sudah tidak tertahan, permainan sex ini cuma bertahan 20 menit.

Spermaku keluar dan membanjiri seluruh liang vagina Tante Nadia. Dia memelukku dengan keras. Beberapa detik kemudian aku merasakan vagina Tante menyempit dan bergetar seperti vibrator. Walau cuma beberapa detik saja, tapi getaran ini sungguh membuatku merasa nikmat apalagi diikuti teriakan kecil yang erotis.