Pengalaman lucu dan unik ini terjadi saat kami melayani rombongan tamu ekslusif dari timur tengah. Rombongan orang – orang kaya dari timur tengah ini sangat teramat cerewet dan minta semua fasilitas kelas satu. Mulai dari kedatangan dengan pesawat pribadi, kemudian minta dijemput dengan kendaraan mewah sekelas mercy, hotel berbintang lima plus dan itupun kamar yang dipesan adalah kamar president suite.

Untuk melayani tamu yang berjumlah 3 pasang suami istri dan 5 orang ibu – ibu ini membuat travel agent tempat kami bekerja menjadi pontang panting. Mulai dari penjemputan, kemudian transfer ke hotel, mobil mewah yang standby guna melayani tour tanpa perencanaan, staff travel yang stand by 24 jam. Hal inilah yang membuat aku mondok selama seminggu di hotel itu karena aku kebagian tugas menjadi koordinator rombongan ini.

Suatu hari, kami sudah merencanakan untuk mengadakan tour ke tempat wisata Bali bagian timur, namun rencana ini buyar saat dua pasang suami istri tiba – tiba minta bermain water sport di tanjung benoa, satu pasang suami istri minta diantar ke GWK dan sore nya romantic dinner di jimbaran, sedangkan 5 ibu – ibu yang lain minta diantar shopping ke sukawati.

Berkat kesigapan kami, semua program tour dadakan ini terlayani kecuali rombongan tour ke sukawati mendapat sedikit gangguan karena salah satu ibu mengeluh pusing dan tidak enak badan. AKhirnya rombongan shopping ke sukawati hanya berjumlah 4 orang.

Satu orang ibu yang mengeluh sakit itu aku tangani dengan mengantar dia berobat ke klinik yang disediakan hotel, selama pengobatan itu, dia tak henti – hentinya menelepon dengan bahasa yang tidak aku mengerti. Bahkan telepon ini tidak putus mulai dari kami berangkat dari kamar sampai kami kembali ke kamar, sepertinya dia sedang bertengkar dengan seseorang.

Setelah mengantar ibu itu ke kamar, lalu aku kembali ke kamar tempat aku standby, tak lama berselang telepon kamar berbunyi. Rupanya ibu yang tadi meminta aku ke kamar dia. Dengan bahasa inggris terbata – bata dan dibantu bahasa kode dia meminta disiapkan kamera dan fasilitas internet.

Kebetulan fasilitas internet memang sudah disediakan hotel, jadi aku tidak pusing memikirkannya, namun untu urusan kamera, aku betul – betul dibuat kelabakan, karena kami tidak menyiapkan itu. AKu mencoba menawari solusi menggunakan HP dia yang memang tersedia fasilitas kameranya, dia sebenarnya setuju namun sepertinya dia ingin bantuan ku untuk mengambil foto.

Awalnya aku belum tahu foto apa yang ingin dia abadikan. Aku terkejut saat dia menyerahkan kamera, meminta aku mengambil gambar dia sedang duduk sambil memegang koran. Aku lebih terkejut lagi saat dia membuka pakaian atasnya sehingga payudaranya yang montok terlihat dan aku tambah terkejut saat dia juga membuka pakaian bawahnya sehingga CD nya terlihat jelas.

Dia memberi aku kode untuk mengambil gambar saat aku melongo melihat pemandangan indah ini. Beberpa foto aku ambil lalu dia meminta aku melakukan transfer foto – foto itu ke komputer untuk dikirim via email ke negaranya segera. Dugaanku dia sedang bertengkar dengan suaminya dan mungkin suaminya sedang horny disana sehingga minta dikirimkan foto bugil ibu ini.

Setelah proses pengiriman email selesai, dia meminta lagi diambilkan gambar dengan pose yang lebih menantang, kali ini dia melepas semua pakaiannya yang selama ini membalut seluruh tubuhnya.

Tak kusangka ternyata ibu ini masih cukup muda, tubuhnya putih mulus nan sexy dengan payudara montok yang ukurannya cukup besar. Aku pun langsung pucat pasi menahan gejolak birahi, dia pun tersenyum melihat aku salah tingkah sambil terus wanti – wanti “Secret …. secret.. ” dengan mengacungkan jari telunjuk sebagai tanda aku harus menyimpan rahasia ini.

Kira – kira setelah mengambil pose bugil ibu ini sebanyak puluhan kali, kini giliran dia meraih kembali HP nya dan mulai merekam video aku, dia minta aku melepas satu persatu pakaianku sambil menari – nari. Aku pun tak ada pilihan lain selain mengikuti perintah dia.

Saat aku sudah telanjang bulat dan dalam kondisi tetap menari, dia mulai mendekatiku lalu meremas – remas batang kemaluanku. Dia berkata “small… small… ” aku pun maklum, penisku kalau di Indonesia sudah termasuk besar tapi di negeri dia termasuk kecil.

Mungkin karena dia sudah terangsang dan tidak ada pilihan lain, dia pun mendorong aku hingga terlentang di lantai, dia mulai duduk diatas ku dan memasukan penisku ke liang vaginanya. Dia muali bergerak liar. Dan satu hal yang aku kagumi, goyangannya yang cepat dan tiada jeda selama hampir 15 menit yang mebuat darahku seperti mengalir ke otak.

Aku coba bertahan, namun sayangnya aku gagal, aku pun orgasme dan penisku menyemburkan sperma membasahi seluruh liang vaginanya. Dia sepertinya belum puas namun saat melihat aku orgasme dia pun menghentikan goyangannya lalu bangun dan mengenakan pakaiannya kembali dengan cepat.

Dia meminta aku segera meninggalkan kamarnya sambil menyerahkan 10 lembar dollar amerika pecahan 100 sambil terus berkata “secret.. secret… secret…”