ads by AdXpansion

ABG ini mungkin artis atau model, yang jelas dari gayanya seperti artis. Artis atau bukan tidaklah penting, yang penting bisa kenal dan dekat sama abg ini sudah cukup bagiku.

Pengalaman ini terjadi pada musim liburan beberapa minggu yang lalu, aku yang berprofesi sebagai guide freelance biasanya menghabiskan waktu ku di pinggir pantai kuta untuk mencari tourist yang membutuhkan pemandu wisata.

Seperti biasanya musim liburan, liburan kali ini pantai kuta dipenuhi dengan wisatawan lokal yang kebanyakan datang dari Jakarta. Biasanya kalo musim liburan sekolah seperti ini, aku lebih banyak menyewakan surfing daripada mencari tamu yang mau tour. Karena wisatawan domestik jarang yang butuh guide. Atau kadang aku memberi les privat bermain surfing bagi wisatawan domestik.

Suatu hari aku melihat ada cewek ABG dan beberapa temannya berjemur layaknya tourist di pantai. Awalnya aku tak menghiraukan kehadiran mereka yang tak jauh dari tempatku mangkal. Pengalamanku, biasanya ABG seperti ini tidak akan mencari guide atau menyewa papan surfing.

Selang beberapa lama, tiga teman sang ABG itu pergi entah kemana hingga hanya satu yang masih tersisa berjemur. Kebetulan hari itu aku belum mendapatkan tamu, iseng aku dekati ABG itu dan pura-pura menawarkan papan surfing dalam bahasa inggris.

Tak dinyana dia menjawab dalam bahasa Indonesia. ” Mas aku ga bisa main surfing, jadi buat apa aku sewa papan surfing !!! ” jawabnya ketus. Aku pun menawarkan les privat free asal papan surfingku disewa. Dengan rada – rada enggan dia akhirnya setuju.

Kami pun mulai belajar surfing, seperti umumnya ABG yang belajar surfing, dia lebih banyak berteriak saat ada ombak besar datang, tapi berkat kesigapanku dia merasa aman di dekatku. Lama kelamaan kami pun semakin dekat, mengobrol dan berseda gurau penuh tawa.

Saat dia sedang asyik belajar surfing, sebenarnya aku melihat kedatangan teman – temannya dari kejauhan, tapi sengaja tidak aku sampaikan ke dia karena kalo dia tahu teman nya sudah datang, tentunya dia akan mengakhiri pelajaran surfing ini. Tak berapa lama, teman – temannya pun kembali pergi.

Setelah kira – kira 1 jam kami habiskan bermain surfing, kami pun kembali ke pantai untuk beristirahat. Kuambilkan dan kusudorkan sebotol minuman mineral dingin dari tempat mangkalku sambil melajutkan obrolan kami. Dia pun sebenarnya heran kalau teman2 belum kembali, lalu dia mencoba menghubungi teman – temannya via HP. Ternyata teman – temannya sedang asyik shopping di kawasan Kuta Square yang berjarak kurang lebih 500 meter dari tempat kami. Dia pun mengeluh kesal ditinggal temannya.

Aku pun mencoba menghibur dia. Dia mengeluh kedinginan dan bertanya apa aku punya handuk kering. Aku jawab iya tapi ada di kost-an yg jaraknya cuma 10 menit naik motor varioku. Dia ragu sejenak tapi kemudian minta ijin untuk membasuh badan di kost-an ku karena mau menyusul temannya.

Aku pun membonceng dia ke kost dengan motorku. Sesampai di kost dia langsung ke kamar mandi membasuh badannya tapi lupa membawa handuk kering. Selesai mandi dia menggedor pintu kamar mandi meminta handuk saat aku sedang duduk nonton TV. Aku pun menyusul ke kamar mandi membawakan dia handuk.

Ide nekatku langsung muncul, saat pintu kamar mandi dia buka, aku menyusul masuk ke dalam, dia terkejut dan hampir berteriak. Aku langsung berbisik, “Sssstt…. aku gak nggak….” sambil mengancungkan jari telunjukku. Dia pun tersenyum. Aku pun pura – pura ikut mandi sedang dia melanjutkan mengeringkan badannya menggunakan handuk. Setiap dia selesai pakai handuk, dia aku siram lagi pakai air hingga badannya basah lagi, dihanduk lagi, disiram lagi, hingga akhirnya kami saling siram bercanda air.

Saat aku memakai sabun pun, badan dia aku usap sabun, begitu pula sebaliknya dengan canda penuh tawa. Jari nakalku mengusap payudara dia, seperti nya dia pura – pura tidak tahu, jadi aksi aku lanjutkan dengan mendekap badannya dari belakang sambil terus mengusap sabun ke payudaranya. Dia pun seperti terangsang juga, apalagi kemaluanku yang sudah keras walau masih menggunakan celana renang menempel ketat dibelakangnya.

Selanjutnya sudah bisa ditebak, kami pun bercinta di kamar mandi dengan gaya berdiri. Tak puas hanya disitu, permainan kami lanjutkan di tempat tidur. Seperti tidak mengenal lelah, kami bercinta beberapa kali hingga sore menjelang.

Bagai mendapat durian runtuh, aku yang Beach Boys dengan kulit kusam rambut kuning acak – acakan bisa bercinta dengan ABG yang artis pula.