Nama target kali ini adalah Rin* bekerja di Panti Pijat Sakur@

Lokasinya di sebuah komplek pertokoan di kawasan jalan Gunung Agung Denpasar. Tepatnya kalo elo datang dari arah Jalan Wahidin terus ketemu traffic light di perempatan Jalan Gunung Agung, kamu terus aja kira – kira 100 meter sebelah kiri jalan ada sebuah komplek pertokoan.

Panti pijat ini berada di komplek pertokoan itu di barisan toko sebelah barat tepat berdampingan dengan kursus bahasa inggris.

Lokasinya cukup strategis, artinya dekat dalam kota dan cukup tersembunyi bagi yang ingin menjaga privasi, area parkir cukup luas bagi yang membawa kendaraan roda empat, sayangnya panti pijat ini agak sedikit kotor dan gelap serta banyak nyamuk. Koleksi pemijatnya pun cukup lumayan tapi rata - rata sudah berumur diatas 25 tahun. Ongkos pijat resminya cukup murah, hanya RP 45.000 untuk satu jam pemijatan.

Hunting kali ini aku memilih mbak Rin* ( nama disamarkan ), dia mengaku dari jawa dan baru beberapa hari di Bali. Hasil pijatannya cukup lumayan bisa membuat badan jadi segar kembali. Orangnya pun cukup ramah dan kami pun mengobrol penuh tawa. Tapi kalau dilihat dari raut mukanya sepertinya dia cukup romantis juga.

Setelah meyelesaikan pemijatan di bagian belakang selama kurang lebih 30 menit, dia pun meminta aku membalikan badan. Tidak seperti pemijat lain yang umumnya suka memancing libido kita dengan memijat daerah2 sensitif, dia tidak menyentuh daerah2 sensitif ku, sepertinya dia cuma tukang pijat biasa pikirku.

Tapi aku tidak kalah akal, aku pura – pura gatal digigit nyamuk dan minta digarukan disekitar pahaku. Secara tidak sengaja dia menyentuh kemaluanku. Aku pun pura – pura terkejut. Dan berkata “Waduh mbak, kok jadi bangun dia ?” Dia tersenyum sambil berujar ” Kamu sih yang bangunin”

Selanjutnya kita pun mulai mengobrol ke arah sex, dia cengar - cengir menahan malu. Saat aku meminta layanan plus – plus, dia bertanya ” Kan layanan nya jadi plus, aku dapet hadiah apa ?”

Belum sempat melanjutkan transaksi tawar menawar, tiba – tiba sebuah lampu merah di dekat cermin menyala pertanda 1 jam telah lewat. Aku pun bergegas mengenakan baju kembali dan berjanji akan datang lagi. Dengan alasan untuk obat kangen, aku pun meminta ijin memotret dia.

Suatu hari aku akan kembali untuk melanjutkan eksekusex yang tertunda.