Mbak gitu aku manggil dia, sebenernya adalah proyek iseng aku ngobrol ngalor ngidul waktu nikmati sepiring Sate Kambing Asli di tukang sate langganan di daerah kampung J@w@.

Awalnya cuma iseng tanya hubungan antara Sate Kambing dengan Libido Pria, eh si mbak nyerocos sambil promosi karena kebetulan warung itu sedang sepi, jadi cuma kami berdua yang ada didalamnya. Sebenernya aku jarang liat jaga warung satenya karena biasanya anak buah nya yang cowok – cowok aja, atau mungkin kebetulan saat itu karyawannya lagi pada libur. Jadinya si mbak yang jaga sendiri.

Dia nyerocos bilang kalau biji kambing itu memang bener terbukti bisa membuat pria perkasa. Tapi akrena stok biji kambing tidak selalu tersedia dan hanya ada bila dipesan, maka aku setuju untuk pesan Gule Biji Kambing seharga Rp 50.000,- untuk dinikmati kesokan harinya.

Iseng aku sentil dikit tentang cara ngebuktiin bener gak khasiatnya, eh dia jawab.. “Ya coba sama istri sampean di rumah dong..” jawabnya sewot.

Lekas cerita esoknya sepulang kantor aku sempatkan singgah di warung sate itu, dan memang bener Gule Biji Kambing sudah disiapkan, cuma saat itu kondisi warung agak rame dan si Mbak kebetulan jaga warung dibantu seorang anak buahnya.

Jadinya aku serius menikmati semangkok Gule Biji Kambing aja tanpa ada acara ngobrol seperti kemarin. Beberapa saat kemudian aku pun selesai menikmati Gule Spesial itu dan langsung cabut setelah membayar gule itu.

Tapi aku terkejut saat berada di areal parkir, si mbak nyusul aku sambil teriak “Mas.. mas.. kebaliannya ketinggalan…”. Aku pun heran, perasaan aku bayar pakai selembar uang Rp 50.000 dan harga gule juga Rp 50.000,-

Saat si mbak berada disebelahku, dia mengembalikan selembar Rp 50.000,- sambil berbisik pelan, “Kalau mau bukti, sampean tunggu aku di Depan Court Ubung 1 jam lagi, aku mau mandi dulu”

Wahhh… betapa terkejutnya aku, dengan gugup aku terima lembaran Rp 50.000,- itu sambil mengangguk pelan. Ternyata dia cuma alasan aja bilang uang kembalian ketinggalan supaya bisa janjian ama aku.

Emang bener, 1 jam kemudian aku tunggu dia di depan pertokoan dekat Court Ubung, eh ternyata tidak lama setelah itu dia muncul pake Vario Merah.

Aku pun kebingungan, “Sekarang kita baiknya kemana ?” tanya ku gugup. “Terserah sampean, pokoke sampean mau bukti, sekarang kita buktikan…” sahutnya dengan nada agak keras.

Akhirnya kami meluncur ke sebuah hotel di kawasan jalan Kebo Iwa. Tanpa basa basi, si mbak langsung service aku dengan berbagai variasi sex, hingga aku terkapar lemas tak berdaya.

Ternyata layanan si mbak professional banget, kalau kata orang bikin kopi sendok yang ngaduk, kalau yang ini cangkirnya yang ngaduk…………

Si mbak pun merasa puas walau mungkin sebenarnya aku yg kalah dalam permainan itu, tapi setidak – tidaknya dahaga seksualnya terpuaskan semenjak suaminya punya istri muda, dan selama itu dia tidak pernah mendapatkan kebutuhan biologisnya.

diceritakan kembali oleh Andika