[fridabali.com] – Pabrik tempat saya

bekerja berada di Jepara dan Yogyakarta, suatu hari setelah pergi ke Jepara, saya terus ke

Yogyakarta, disini saya menginap disalah satu Penginapan dimana sering disebut

Guest House, Sesampai saya dipenginapan itu, saya mendaftar untuk menginap dan mendapat kamar

nomor 7, sementara teapt didepan kamar saya ( di kamar nomor 2)

ditempati oleh sepasang manusia, belakangan saya kenal namanya Bram dan Maya.

Bram berasal dari negeri kancir angin sedangkan Maya dari Sukabumi. Kami

sepertinya cepat akrap dengan mereka, itu terbukti sore hari (malam pertama saya

nginap) si bram dan si maya sudah bisa ngobrol akrab dengan saya di kamar saya. Malam itu mereka kembali kekamar mereka jam 10 malam. Besoknya, sekembali saya dari pabrik, saya kembali kepenginapan dan sampai dipenginapan jam 1830. Sesampai saya dipenginapan ketemu dengan Maya.

saya tanya, Bram mana, dijawab Maya lagi ngirim Fax dan nelepon di wartel., lalu

kami ngobrol berdua dikamar saya, Maya kelihatan sudah mandi dia pakai blus

kaos tidak pakai BH, setelah duduk sebentar, saya pamit untuk mandi., selesai

mandi saya duduk kembali dengan maya., setelah ngomong kesana kemari baru saya

ketahui bahwa Bram punya istri di Belanda sana bahkan sudah punya anak yang

kuliah, sedangkan simaya sendiri adalah teman dekat dari Bram kalau dia datang

ke Indonesia.

Setelah cukup lama juga kami ngobrol datang si Bram ( sekitar jam

20.30 ) si Bram datang membawa makanan., dilihatnya simaya ada dikamar saya,

maka dia belok kekamar saya ( bram membawa sekotak makanan dan sebotol

minuman/minumanya saya tidak tau namanya/botolnya gepeng), makanan itu kami

makan bertiga, sedangkan yang minuman botol diminum sendiri oleh bram dengan

cara menegak lansung dari botol tsb., sedangkan saya dan maya minum air yang

disediakan oleh tempat nginap., setelah cukup lama kami ngobrol sana sini,

Bram mulai ngaco ngomongnya., dia mulai meremas-remas bahunya simaya., saya

merasa risih lalu saya berdiri dan sukak buang muka, eh Bram bilang “Dia mau

kemana, jangan pergi donk”, lalu maya juga bilang “Mbok ya jangan gitu, santai aja”

sembari melihat ke Bram, lalu saya jawab, nggak, saya nggak pergi kok, saya

cuman nutup pintu, biar nggak masuk nyamuk “gitu alasan saya” lalu saya tutup

rapat pintu dan kembali duduk didepan mereka, sementara mereka kelihatan semakin

seru, kelihatannya si Bram setengah mabuk dan si mayapun tidak menolak kelakuan

si Bram malah ngasih respon yang hangat., wah ini betul-2 tontonan yang sangat

mengasikkan., kalau dulu saya melihat beginian paling2 dalam filim atau ngintip,

tapi sekarang terang-terangan., saya mulai gelisah tapi ada senangnnya juga.,

sembari saya ngemil makanan yang dibawa bram, saya terus memperhatikan perbuatan

mereka. Sibram semakin gila saja, setelah puas meremas-remas bahu dan tangan si

Maya sekarang berpindah ke susunya si maya dan simaya disuruh duduk

dipelukannya., dengan tidak malu-malu simaya ngikutin saja bahkan membalas

dengan menciumin sibram., si bram kelihatan makin seru saja menaikan roknya si

maya dan melorotkan celana dalamnya simaya. (sepertinya mereka tidak terganggu

dengan saya) tadinya bram meremas-remas susu si maya sekarang jadi

mengusap-ngusap memeknya simaya ( wah saya semakin seru saja melihatnya )., saya

lihat simaya tidak kalah serunya melayani si bram., dia bukak kancing baju bram

dan kelihatan bulu dadanya yang lebat., dan simaya terus melorot kelantai dan

berlutut didepan sibram, lalu dibukak nya ikat pinggang sibram dan reslitingnya

diturunnin, maka terjulur lah itu batangan kontol sibram yang mulai mengeras (

besarnya normal saja ), kelihatan simaya mencoba menurun kan celana sibran

sampai kepaha sehingga simaya leluasa mengulun kontolnya bram., tidak lama dia

mengulunnya lalu maya duduk ngangkan diatas pahanya siBram lalu berusaha

memasukan kontol sibram di memeknya., kelihatan kontolnya sibram yang tidak

begitu keras dimasukkan kememek simaya., simaya mengambil inisiatip

menggoyangnya, cukup lama juga simaya menggoyang (mungkin ada 15 menit) lalu

simaya kelihatan mengera-ngerang sembari goyangannya dipercepat setelah berucah

auuuuuuuuuuu., simaya turun (kontolnya dilepaskannya dari memeknya) dan

diteruskan mengulum kontol si bram, kelihatan kontolnya tidak begitu keras,

sementara dimemeknya si maya kelihatan busa/cairan memutih, beberapa menit

simaya mengulun-ngulun kontol si bram, lalu sibram panggil saya “Ida, sini dong

sayang” dan sekita itu juga simaya melihat kesaya dan memanggil saya ” ayo mbak

ikut ” lalu saya berdiri dan mendekat kemereka., eh simaya meraba paha saya lalu

terus keatas (didalam rok) dan sampai dikaret celana ditariknya celana saya

kebawah, dalam keadaan masih bingung saya disuruh/didorong untuk duduk ngangkang

dipaha sibram., tapi saya duduk berbalik (tidak menghadap kebram), terus si maya

memasukan kontolnya sibram kememek saya, setelah masuk saya lakukan seperti apa

yang dilakukan maya tadi ( naik turun ), sibrampun berusaha meremas-remas susu

saya sedangkan si maya terus menjilatin buah pelernya sibram dan sekalikali

terasa sentuhannya ke memek saya., sudah sekitar lima menit saya melakukan

kocokan (terasa paha sudah mulai pegal), lalu si bram memegang erat pinggang

saya dan mendorong naik turun yang lebih cepat, tidak lama sesudah itu dia

meng-aduh panjang ( aduuuuuuuuuuuuuuuuuh ) lalu menahan pinggulsaya tetap berada

diposisi nempel dibawah, sedangkan saya mulai merasakan nikmat, dengan sebisa

saya, saya coba memutar-mutarkan pinggul saya agar kontol sibram tetap bisa

menggesek memek saya, makin lama makin saya percepat, melihat saya demikian,

simaya berpindah sekarang jadi menjilatin memek saya sampai saya merasakan suatu

kenikmatan yang sangat luar biasa dan saya lalu terebah kebelakang ( kebadannya

si bram ), sementara itu si maya berusaha mengeluarkan kontol sibram dari memek

saya dengan tangan dan terus mengulumin kontolnya sibram hingga bersih, saya

lihatin sudah bersih dan loyo itu kontolnya sibram lalu dia berpindah menjilatin

memek saya, sementara sibram tetap meremas-remas susu saya sedang si maya terus

menjilatin memek saya, dijilatin dari arah bawah (lobang anus) sampai ke klentit

saya, kalau lidah nya menyentuk klentit saya, terasa ngilu-ngilu enak.