12.27
In Cerita Hot XXX | Tags: abg, abg bandung, abg bandung sex, belahan memek, bispak, bugil, bulu memek keriting, bulu memek kriting, cari memek habis pake, entot, film, film sex abg bandung, foto abg, foto abg bandung, foto lobang memek, foto memek mekar, foto memek menganga, foto sex abg bandung, fridabali, fridabali.com, gambar memek mekar, gay, kontol, lihat itil memekku, memek, memek berlubang besar, memek cewe, memek cewek, memek fridabali, memek mekar, memek menganga, montok, ngentot, orgasme, perawan, photoabgbandung, sex abg bandung, sex abg bandung adult, ww.fridabali.com, www.fridabali.com
[fridabali.com] -
Setelah gue ngerasain gimana rasanya memek betulan, gue jadi males
coli pake tangan. Nggak ada serunya! Setiap hari gue terbayang-bayang dengan
memek cewek yang pernah gue pakai di hotel (lihat cerita “ROOM SERVICE”).
Rasanya gue ingin ngentot sama dia setiap hari. Tapi gue mikir, jangan-jangan
dia sekarang udah dipakai sama orang berpenyakit AIDS atau raja singa. Kan gawat
tuh.
Kebetulan gue punya bokin kece banget. Kira-kira seperti cewek yang ada
di iklan Carefree. Lumayan kan? Doi sering main ke rumah gue. Sayangnya (atau
untungnya?) doi enggak suka sama Internet. Tapi doi dulu pernah juga sih
lihat-lihat Internet. Waktu itu gue lagi beresin homepage ini. Eh, enggak
disangka doi nongol. Untung aja gue udah selesai uploading ke server. Terus
karena udah terlanjur basah, gue unjukin aja homepage ini. Gue suruh dia baca
sampai habis. Sampai di pertengahan (masuk ke cerita ngentot), doi enggak mau
baca. Tapi gue paksa dia. Akhirnya doi mau juga baca sampai habis. Terus dia
nanya, “Siapa yang bikin Wir?”. Gue jawab aja, “Enggak tau tuh. Ini kan
Internet. Siapa saja bisa baca cerita ini”. Dia lalu mengomentarin homepage yang
barusan dia baca. Sambil dengerin doi ngomong, gue mulai ngegerayangin bodynya.
Doi duduk di kursi menghadap monitor. Gue berdiri di belakangnya. Pertamanya sih
gue mijit-mijit pundaknya, tapi kemudian tangan gue mulai turun ke bawah
meremas-remas toketnya yang montok. Doi diam saja. Gue pegang lembut toketnya
terus gue putar-putar. Tak berapa lama kemudian doi mendesah sambil matanya
terpejam. Karena gue yakin doi udah terangsang, jari gue kemudian gue turunin
sampai ke paha. Doi saat itu pakai rok, jadi gue bisa bebas ngegerayangin
pahanya. Tangan kiri gue masih meremas-remas toketnya, tangan kanan gue
mengusap-usap paha kanan dia sebelah dalam. Doi sekarang merebahkan badannya di
sandaran kursi.
Pelan-pelan gue naikin usapan tangan gue dari paha ke arah atas sampai
tangan gue menyentuh celana dalamnya. Gue bisa merasakan celana dalamnya sudah
hangat dan lembab. Gue singkap celana dalamnya ke sebelah kiri. Sekarang gue
bisa merasakan bulu-bulu jembutnya yang keriting. Gue meraba-raba sambil mencari
dimana letak itil dan lobang memeknya. Karena dia udah terangsang, jadi lobang
memeknya semakin menganga lebar dan itilnya juga semakin besar menonjol ke luar.
Jari tengah gue, gue tempelin di depan lobang memeknya. Di situ gue bisa basahin
jari gue dengan cairan yang mengocor dari dinding vaginanya. Sesudah jari gue
basah, gue usap-usap itilnya naik turun. Doi menggeliat saat jari gue pertama
kali mengusap itilnya. Pertamanya sih gue ngusapnya pelan-pelan dengan penuh
perasaan, tapi setelah dia mulai “ngamuk”, gue gosok itilnya semakin cepat. Doi
semakin kesetanan. Pingulnya doi gayang-goyang ke kiri, kanan, atas dan bawah.
Tubuhnya mengejang. Tangannya mencengkeram kursi keras sekali. Gue rasa sebentar
lagi doi orgasme. Gue berhentiin saja usapan gue.
Doi membuka matanya lalu menatap gue. Sambil cemberut doi minta gue
ngusap-usap lagi itilnya. Gue senyum sambil di dalam hati gue menikmati
kesengsaraannya. Mungkin karena kesel, doi meraih tangan kanan gue terus
meletakkannya di atas memeknya. Doi sudah bener-bener kebelet. Gue suruh dia
tiduran di lantai. Doi nurut saja. Setelah doi terlentang di atas lantai, gue
pelorotin celana dalamnya sampai terlepas. Sekarang doi sudah tidak pakai celana
dalam lagi.
Gue perhatiin memeknya dengan seksama. Di bagian atas memeknya tumbuh
lebat bulu-bulu keriting. Di bagian memek, gue lihat bibir memeknya sudah mekar.
Dibagian atas dari belahan memeknya gue bisa melihat jelas itilnya yang membesar
dan keras. Tepat di bawah itil, gue melihat lobang vaginanya membesar membentuk
huruf O. Gue sekarang mengusap-usap itilnya sambil tangan kanan gue membuka
lobang vaginanya agar lebih bisa terlihat jelas lagi selaput daranya. Gue
terkejut waktu gue lihat selaput daranya berlobang agak besar. Memang sih semua
selaput dara pasti berlubang (kalau enggak, darah mens keluarnya lewat mana?).
Tapi ini lubangnya kira-kira sebesar kelingking. Gue curiga jangan-jangan doi
dulu pernah ngentot sama bokinnya yang lama. Tapi karena gue udah bener-bener
nafsu, gue cuekin dulu masalah ini. Gue pelorotin celana jeans dan celana dalem
gue. Waktu gue mau naikin doi, doi bilang, “Jangan Wir”. Tapi gue udah nekad.
Sekarang gue udah ada di atasnya. Gue pegangin kontol gue dengan tangan kanan
lalu gue arahkan ke depan mulut vaginanya. Waktu gue dorong ke dalem, kedua
tangan doi menahan pinggul gue supaya kontol gue enggak bisa menusuk memeknya
sambil mulutnya merintih kesakitan. Gue jadi bimbang, doi gue ini masih perawan
atau pura-pura kesakitan? Karena gue udah bener- bener nafsu, gue tepis
tangannya lalu secepat kilat gue dorong kontol gue ke dalem. Bles! masuk
semuanya. Doi menjerit kesakitan. Gue diemin dulu kontol gue di dalem sampai gue
lihat dia enggak kesakitan lagi. Setelah doi agak tenang, secepat kilat gue
kocok-kocok kontol gue maju mundur. Doi meringis kesakitan tapi gue enggak
perduli. Gue terus gerakin kontol gue sambil merasakan gesekan yang terjadi
antara kontol gue dengan dinding vaginanya. Lama-lama doi menikmati hubungan
seks ini. Doi mendesah (seperti orang yang ditonjok perutnya) setiap kali kontol
gue gue tusukin ke dalam. Sekarang pinggul doi malah ikut digerak-gerakin ke
kiri dan ke kanan. Gue semakin kesetanan. Gue peluk erat tubuhnya sampai
toketnya “ringsek” ditekan dada gue. Doi juga balas memeluk tubuh gue sambil
kedua kakinya dia lingkarkan ke pinggang gue. Suara doi sekarang bukan seperti
orang yang ditonjok perutnya tapi berubah menjadi orang yang mau nangis sambil
sekali- sekali menjerit tertahan. Gue lumat bibirnya dan dia membalas ciuman gue
dengan lidahnya yang menjulur ke dalam mulut gue. Kadangkala doi menggigit leher
gue menahan nikmat yang menjalar di seluruh tubuhnya.
Hampir limabelas menit gue ngocok-ngocok kontol gue maju mundur.
Keringet gue udah bercucuran banyak banget. Doi mengusap-usap punggung dan
pantat gue. Gue enggak tahu kapan doi dapat orgasme. Tapi yang jelas sekarang
doi udah mulai tenang. Sambil ngusap-usap badan gue, doi bilang, “Ayo dong Wir,
keluarin sekarang”. Mendengar itu gue jadi kasihan juga. Gue pejamkan mata
sambil konsentrasi berat. lima menit kemudian gue ngerasa gue udah mendekati
ejakulasi. Kontol gue semakin tegang. Gue terus bilang, “Wiro keluarin didalem
ya?”. “Iya-iya” katanya. “Entar kalau elu hamil gimana?” tanya gue. “Elu harus
tanggung jawab.” Sial. Enak aja gue harus jadi bapak-bapak. Gue kan masih ingin
menikmati masa muda. Gue jadi bimbang, dicabut atau enggak ya? Padahal gue
pengen banget keluarin di dalem. Soalnya rasanya enak banget! Waktu ejakulasi
sudah dekat, gue semakin percepat gerakan gue sambil bisikin ke dia, “Wiro mau
keluar nih. Satu…. dua…. ti…” Crot- crot-crot! Gue nyemprot banyak banget.
Untungnya gue buru-buru cabut kontol gue. Sesudah limabelas detik, gue pindah
lalu terlentang di sampingnya. Doi bangun, ngambil tissue, dan menyeka air mani
yang nempel belepotan di perutnya. Sesudah itu doi mengambil tissue lagi lalu
mengelap kontol gue sambil berkomentar, “idih, jadi kecil.”
Begitulah pembaca pengalaman gue ngentot dengan bokin gue. Gue mulai
hari ini harus ekstra waspada jangan sampai doi baca homepage ini. Kalau doi
tahu, habislah riwayat gue. Sekalian gue juga mau tanya sama elu-elu (terutama
yang cewek), apa benar bokin gue masih perawan sebelum gue ngentot dengannya?
Sampai hari ini gue masih bimbang. Kalau bokin gue pernah ngentot sama bokinnya
yang lama, gue pengen banget tonjok cowok itu sampai babak belur. Apalagi yang
mutusin cinta mereka adalah mantan bokinnya itu.
mau yang lebih hot :
[ Kumpulan Cewek Bispak Gratis ] [ Koleksi Film Bokep ] [ Free Gambar Bugil ] [ MP3 Gratis ] [ Lika Liku Pekerja Malam (PSK) ] [ Tip's Sex Yang Sehat ]
trim’s to : http://topabgindo.blogspot.com/2007/12/foto-abg-bandung.html








0 Responses.